Ahli dan Pakar SEO di Indonesia

Mengenal Ahli dan Pakar SEO di Indonesia!

Mengenal Jenis Dam Atau Denda Dalam Ibadah Haji Dan Umroh

Umroh

Mengenal Jenis Dam Atau Denda Dalam Ibadah Haji Dan Umroh - Mengenal arti 4 jenis dam atau denda dalam ibadah haji dan umroh sangat urgen untuk di ketahui ketika ini. Maklum saja, ketika ini paling marak praktik – praktik “kotor” penipuan dengan mengatas namakan dam, denda atau pelanggaran sejenisnya. Sebenarnya, untuk membayar dam, jamaah di samping menyembelih fauna dapat pun dengan teknik berpuasa.




Lihat juga :
> http://sigithermawan.hatenablog.com/entry/2018/07/05/022940
> http://seoworks.hatenadiary.com/entry/2018/06/05/213211
> http://seoin.wagomu.id/e60199.html
> http://seojakarta.logdown.com/posts/7798614-nikmati-indahnya-umroh-akhir-th-eropa-dengan-denatour
> http://sigithermawan.over-blog.com/2018/06/melakukan-umroh-akhir-th.2018-dengan-denatour.html
> http://seofriendly.logdown.com/posts/7802173-hikmah-mabit-dan-tahallul-dalam-ibadah-haji-dan-umrah
> http://master-seo.over-blog.com/2018/06/keuntungan-paket-umroh-di-bln.desember-2018-denatour.html
> http://ernawati.wagomu.id/e60151.html
> http://sigithermawan.hatenablog.com/entry/2018/06/04/222614
> http://puri-orchard.logdown.com/posts/7798440-umroh-premium-desember-2018-denatour

Namun umumnya, jamaah haji dan umroh dari Indonesia membayarnya dengan teknik menyembelih hewan. Tak Cuma praktik kotor dari pihak bersangkutan, penipuan ini juga marak saat transaksi pembelian domba maupun hewan.

Berdasarkan keterangan dari sisi bahasa, dam mempunyai makna beda “darah”. Sedangkan menurut penjelasan dari istilah merupakan mengalirkan darah (menyembelih ternak yaitu kambing, unta maupun sapi) dalam rangka mengisi syar’i manasik haji laksana yang ditetapka oleh Rasulullah SAW.

Dam terdiri dari 2 (dua) macam yaitu Dam Nusuk yakni dam yang dikenakan guna orang yang memunaikan haji tamattu maupun haji Qiran (bukan sebab mengerjakan kesalahan). Serta Dam Isya’ah yakni dam yang dikenakan guna orang yang melanggar aturan atau melakukan kesalahan dalam membayar umrah atau haji.

Mengenal 4 Jenis Dam (denda) dalam Ibadah Haji dan Umroh
Mengenal lebih dalam dan spesifikasi yang sehubungan dengan haji dan umroh. Istilah dam merujuk untuk denda yang mesti di bayarkan oleh semua jamah haji dan umroh sebab telah melanggar salah satu ketentuan wajib haji atau umroh tersebut.

Baca juga : Tips Mengatasi Jetlag Pada Saat Penerbangan Ibadah Umroh

Denda di tunaikan oleh jamaah haji dan umroh dengan menyembelih seekor fauna kurban atau dengan seharga fauna kurban. Ada 4 jenis Dam yang mesti di kenal sebelum mengerjakan perjalanan haji dan umroh.

1. Dam Tartib dan Taqdir
Dam tartib dan taqdir yaitu Dam yang dikeluarkan dengan mencukur seekor domba dengan peraturan seperti domba qurban. Dan apabila tidak mampu, diganti dengan puasa 10 hari: 3 hari pada ketika haji dan 7 hari sesudah kembali ke Tanah Air. Penyembelihannya dilakukan pada hari Nahar dan hari – hari Tasyriq di Mina atau di Kota Mekkah Al Mukarramah. Yang punya Dam boleh ikut memakannya. Kalau menyembelihnya diupahkan orang, maka tidak boleh memberinya upah dari daging Dam itu.

Adapun yang mewajibkan Dam tartib dan taqdir yaitu;
1. Jika seorang haji menggarap haji tamattu’atau haji qiran
2. Jika seorang haji tidak menggarap ihram pada miqatnya (tempat berihram)
3. Jika seorang haji tidak melontar jumroh
4. Jika seorang haji tidak bermalam di Muzdalifah
5. Jika seorang haji tidak bermalam di Mina
6. Jika seorang haji tidak menggarap thawaf wada’ (thawaf perpisahan)
7. Jika seorang haji tidak dapat wukuf di Arafah karena terlambat yaitu terbitnya fajar hari Nahr (10 DzulHijjah) ia tidak hadir di Arafah. Jika keterlambatan tersebut sebab udzur ia tidak berdosa dan hajinya diganti menjadi umrah. Ia harus menggarap umrah, tahallul dari manasik umrah, tidak harus melontar jumroh, tidak harus mabit di Mina dan harus baginya membayar Dam. Jika yang ketinggalan itu merupakan haji fardhu harus mengqadha’ hajinya pada tahun berikutnya (jika mampu), dan Ini menurut penjelasan dari kesepakatan ulama.

2. Dam Tartib dan Ta’dil
Ada dua perkara yang berdampak jemaah haji dan umroh berkewajiban membayar dam tartib dan ta’dil. Dam tartib dan ta’dil yaitu Dam yang dibayar oleh seorang yang mengemban ibadah haji karena melanggar dua ketentuan sebagai berikut:
1.Bersetubuh sebelum tahallul awwal, maka hajinya batal dan wajib membayar kifarat dengan menyembelih seekor unta atau sapi atau 7 ekor kambing dan harus mengulangi (menqadha) hajinya tahun berikutnya, bila tidak bisa atau mendapatkan tantangan dalam menyembelih unta, maka dibayar dengan memberi makanan yang di berikan kepada faqir tidak cukup mampu di tanah Haram senilai satu ekor unta. Atau berpuasa, setiap dinilai dengan satuan mud ( 1 mud setara dengan 0,6 kg atau ¾ liter beras), lalu masing-masing 1 mud diganti dengan satu hari puasa.
2.Ihshar yaitu terhalang tidak dapat menuntaskan ibadah haji atau umroh, baik karena dihadang musuh, karena kecelakaan, karena kematian muhrim (suami atau istri) atau karena lainnya yang membuat kondisi terpaksa tidak bisa melanjutkan hajinya.

Orang yang terhalang itu disebut Muhshar. Ia boleh bertahallul tidak melanjutkan ibadahnya setelah menyembelih seekor kambing. Kalau bisa dia harus mengirim Dam itu ke Mekkah dan baru bertahallul sesampai Dam itu di Mekah dan disembelih disana. Tapi bila tidak mungkin, ia boleh menyembelihnya di tempat ia terhalang, lantas bertahallul. Jika tidak bisa atau mendapatkan tantangan dalam menyembelih kambing maka dibayar nilainya dengan makanan yang di berikan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa setiap satu mud satu hari puasa. Firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah 196 :

3. Dam takhyir dan taqdir
Dam Takhyir dan Taqdir yaitu Dam yang dibayar dengan menyembelih seekor kambing dengan peraturan seperti kambing kurban atau berpuasa tiga hari atau bersedekah sebanyak setengah sha’ (kurang lebih 1.75 liter) guna 6 orang fakir miskin

Adapun yang mewajibkan Dam takhyir dan taqdir yaitu;
* Mencukur atau mencukur rambut
* Memotong kuku
* Memakai minyak rambut disaat haji
* Memakai wangi-wangian disaat haji
* Memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki)
* Berjima’ setelah jima’ pertama (jima’ sebelum tahallul awal)
* Berjima’ setelah tahallul awal
* Bercanda dengan istri yang dapat memunculkan birahi

4. Dam Takhyir dan Ta’dil
Dam takhyir dan ta’dil adalahDam yang dikeluarkan oleh karena membunuh fauna darat diwaktu menggarap manasik haji (kecuali ular, kala jengking , tikus dan lain-lain yang dipandang membahayakan). Maka orang bersangkutan harus menyembelih hewan yang cocok dengan hewan yang dibunuhnya (kalau kambing harus dibayar dengan kambing. Kalau ayam harus dibayar dengan ayam. Dan seterusnya).

Atau dibayar nilainya dengan makanan yang di berikan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa dengan nilai setiap disetarakan dengan satu mud ( 1 mud setara dengan 0,6 kg atau ¾ liter beras), lantas setiap kelipatan satu mud ditunaikan dengan satu hari puasa. (Allah Berfirman dalam QS Al Maidah ayat 95 :)

Bolehkah menunaikan dam haji diluar Makkah? Menurut sejumlah literatur yang kami baca tidak satu pun alasan dari semua sahabat dan ulama yang mengizinkan menyembelih di luar batas tanah haram (kota suci Makkah), bahkan di Madinah juga tidak diperbolehkan. Waktunya pun sudah di tentukan yakni melulu pada masa-masa pada hari Nahar (10 Dzulhijah) dan hari – hari Tasyriq (11 – 13 Dhulhijah). Inilah di antara yang memisahkan Dam atau Denda Dalam Ibadah Haji dan Umroh dengan qurban.

Selain Itu Denatour Juga Melayani Segala Tour dan Umroh dibawah ini :
Umroh tahun Baru VIP
Umroh Desember VIP
Umrah Promo Tahun Baru
Umroh Promo Desember
Umroh Turki Tahun Baru
Umroh Dubai Tahun Baru
Umroh Al Aqsa Tahun Baru
Umroh Plus Rusia Scandinavia
Umroh plus Eropa Tahun Baru
Umroh plus Spain Maroco
Tour Eropa Muslim Promo
Tour Turki Promo
Tour Turki Cairo Alexandria
Tour Korea Korea Muslim
Tour Jepang Muslim Tahun Baru
Tour China Muslim Tahun Baru
Tour Korea Uzbekistan
Tour Amerika Muslim
Tour Australia Muslim
Tour Hongkong Shenzen Macau
Tour Amerika Canada
Tour Australia New Zealand
Tour Rusia Balkan

Untuk keterangan umroh desember 2018 lebih lanjut, Silakan Kontak Dena Tour Travel (Berpengalaman 23 Tahun) : Jl. Condet Pejaten No. 16, Pejaten Barat, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12510

(Chat WhatsApp) Abdullah HP – WA : 0878-7745-7475 atau Khusnul HP – WA : 0813-1649-3669 atau ask@denatours.com

Web Web Resmi Kami :
https://www.denaumrah.com
https://www.denaumroh.com
https://denatour.co.id




  • Artikel (Umroh)dari kategori yang sama

    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


    削除
    Mengenal Jenis Dam Atau Denda Dalam Ibadah Haji Dan Umroh
      Komentar(0)